Rabu, 13 Februari 2013
Selasa, 12 Februari 2013
Minggu, 10 Februari 2013
asal mula desa Tlogotunggal
ASAL MULA DESA TLOGOTUNGGAL
Pada
masa lampau ada seorang Wali yang ingin membuat gunung dan lautan. Pada waktu
itu suasananya belum ada orang atau manusia. Kemudian ada seorang wali yang
mengembara sampailah kesebuha desa. Disitulah wali tersebut ingin membuat
sebuah gunung dan lautan. Sebelum dia melaksanakan dia bersemedi di desa
tersebut, dalam semedinya Ia mendapatkan wangsit jika pada waktu pelaksanaan
pembuatan gunung dan lautan tersebut kalau ada suara yang mengganggu , maka
pembuatannya akan gagal.
Kemudian setelah bersemedi ia berfikir
apakah benar wasiat tersebut. Lalu tidak panjang l;ebar dia tidak menghiraukan wasiat yang didapat
itu. Kemudian wali tersebut dibantu teman-temannya dari barang jin memulai pembuatan
gunung dan lautan tersebut.
Pada waktu ditengah pengerjaan wasiat
itu betul-betul terjadi. Yaitu ada seorang perawan yang bernama Sunti
menggedhokkan tampah ( memukulkan tempat untuk membersihkan beras yang akan
dimasak ). Pada waktu itulah seketika pembuatan gunung dan lautan tersebut
tidak jadi alias gagal, karena teman-teman wali tersebut adalah barang jin,
karena barang jin tersebut kalau pada waktu bekerja ada yang mengganggu dia
tidak bisa. Akhirnya tempat yang akan dijadikan gunung sekarang berupa tebing
dipinggir sungai dukuh Kanung desa Tlogotunggal ( sekarang menjadi tempat
pemakaman orang dukuh Kanung Dan Dukuh Ngandu ) sedangkan yang akan dibuat
lautan sekarang menjadi telaga yang ada pohon mindek besar.
Setelah itu pada beberapa tahun
kemudian ada seorang kakak beradik yang datang ke desa ini. Tuijuan kedua orang
tersebut akan bertapa. Nggobono ( adiknya ) bertapa di telaganya, sedangkan
Nalakerti ( kakaknya ) bertapa di tebing
tersebut. Kedua orang tersebut mempunyai perbedaan yaitu kalau Si Nalakerti
tersebut dalam masa bertapa tidur dan tidak makan terus, sedangkan Si Nggobono
tidak tidur ( Melek ) dan makan terus. Pada suatu saat Si Nalakerti tidak
sengaja ndupak ( menendang ) kendilnya Si Nggobono. Kendil tersebut adalah
temapt untuk menanak nasi sehari-hari Si Nggobono dalam masa bertapanya.
Seketika Si Nggobono marah besar kepada kakaknya tersebut. Lalu Si Nggobono
menyuruh kakaknya untuk memperbaiki kendil yang sudah pecah menjadi utuh
kembali, tetapi Si Nalakerti tidak bisa atau tidak sanggup untuk mengembalikan
kendil yang sudah pecah tersebut. Kemudian Si Nalakerti malah
menggeletik Si Nggobono, “ Masa orang bertapa kok melik ( tidak tidur ) terus”.
Setelah Si Nggobono mendengar perkataan kakaknya tersebut\ dia jadi geram, lalu
dia membalas berkata, “Masa yang bertapa dengan tidur dan tidak makan kok tidak
bisa mengembalikan kendil yang pecah menjadi utuh kembali, sedangkan yang
bertapa dengan makan dan melek ( tidak tidur ) terus kok malah bisa
mengembalikan kendil pecah menjadi utuh kembali”. Kemudian Si Nalakerti
merasa kalah lalu dia kembali bertapa. Dan Si Nggobono juga melanjutkan bertapa
lagi.
Akhirnya yang dikeramatkan oleh orang
Desa Tlogotunggal adalah telaganya. Dan akhirnya desa tersebut dinamakan
Tlogotunggal yang berarti satu telaga untuk menjadikan rakyat didesa ini
menjadi makmur, karena telaga tersebut sampai sekarang digunakan warga untuk
mengairi sawah. Dan sampai sekarang telaga tersebut digunakan sebagai temapat
sedekah bumi warga yang bermaksud menghormati jasa Si Nggobono yang dianggap
mempunyai andil terjadinya desa ini.
Langganan:
Komentar (Atom)